Kondom Untuk Wanita/Cewek/Perempuan dan Cara Memakai/Menggunakan Condom Khusus Kaum Hawa – Informasi Ilmu Seksologi Indonesia

A. Pengertian, Arti Definisi dan Informasi Seputar Kondom Wanita

Kondom wanita adalah kondom yang dirancang khusus untuk digunakan oleh perempuan yang berbentuk tabung silinder yang dimasukkan ke dalam alat kelamin atau kemaluan cewek. Kondom khusus kaum perempuan tersebut memiliki dua ujung di mana ujung yang satu yang dimasukkan ke arah rahim tertutup dengan busa untuk menyerap sperma dan ujung yang lain ke arah luar terbuka.

Bahan kondom terbuat dari polyurethane atau latex dengan dua buah cincin pada masing-masing ujungnya yang berfungsi sebagai rangka. Agar tidak terasa sakit sebaiknya si cewek saja yang memakaikan kondom untuk dirinya sendiri, sedangkan yang pria melihat saja. Kondom wanita memiliki desain yang pas untuk bentuk organ vital perempuan yang konon lebih enak dipakai daripada kondom laki-laki. Kondom ini memiliki panjang 17an cm dan diameter 6 hingga 7 cm.

Harga kondom perempuan ini memang jauh lebih mahal dibanding kondom lelaki yang bisa berkali-kali lipat. Walaupun demikian kondom ini tidak bisa menjamin aman digunakan dan anti robek 100% karena bisa saja sobek jika salah dalam penggunaan, kesalahan produksi pabrik, kadaluarsa, dan lain sebagainya. Semakin banyak pilihan maka semakin sulit pula untuk mengatakan tidak pada kondom. Kondom kini tidak hanya digunakan untuk pasangan pranikah saja, namun juga oleh pasangan yang resmi menikah untuk mencari alternatif dan sensasi yang berbeda.

Condom cewek ini bisa digunakan untuk berbagai situasi dan kondisi dalam berhubungan seks / badan / intim / suami isteri baik dalam keadaan menstruasi atau datang bulan dan menyusui atau baru melahirkan. Namun jangan sekali-kali digunakan pada wanita yang masih perawan atau gadis karena akan sangat menyakitkan karena akan merusak selaput dara kegadisan si wanita tersebut.

B. Cara Pakai / Memakai / Menggunakan Kondom Wanita

Sebaiknya anda melihat gambar visualnya agar dapat lebih memahami cara kerjanya. Gunakan mesin pencari gambar google untuk melihatnya secara gratis.

1. Ujung yang tertutup di bentuk lonjong pipih atau bisa juga angka delapan dengan salah satu jari-jari tangan.
2. Tangan yang lain membuka bibir vagina dan yang memegang ujung kondom yang tertutup memasukkan ke dalam lubang kemaluan.
3. Setelah cincin masuk ke dalam vagina, tangan yang satu memasukkan jari ke dalam kondom untuk mendorong agar kondom bisa masuk seluruhnya. Usahakan cincin yang di dalam menghadap langsung ke arah mulut rahim.
4 Rapihkan cincin bagian luar yang terbuka di bibir vagina.

Kondom siap dipakai untuk berhubungan badan suami istri. Selamat menikmati.
5, Untuk melepasnya tinggal dicabut pelan-pelan dan lapisan bagian cincin yang luar dipencet agar air mani tidak berantakan kemana-mana.

Kondom Wanita

Lebih Elastis dan Fleksibel

Kondom wanita memang bukan alat kontrasepsi baru. Sosialisasinya yang tak gencar, masih belum banyak membuat wanita tertarik. Padahal, secara fungsional kondom ini lebih menguntungkan wanita.

Kondom wanita dirancang khusus untuk perempuan. Berbentuknya tabung silinder yang dimasukkan ke dalam vagina. Kondom ini memiliki dua ujung di mana ujung yang satu yang dimasukkan ke arah rahim tertutup dengan busa untuk menyerap sperma dan ujung yang lain ke arah luar terbuka.

Bahan kondom terbuat dari polyurethane atau latex dengan dua buah cincin pada masing-masing ujungnya yang berfungsi sebagai rangka. Agar tidak terasa sakit sebaiknya si wanita saja yang memakaikan kondom untuk dirinya sendiri.

Kondom wanita memiliki desain yang pas untuk bentuk organ vital perempuan yang sepertinya akan lebih enak dipakai daripada kondom laki-laki. Kondom ini memiliki panjang 17an cm dan diameter 6 hingga 7 cm dan mempunyai beberapa aroma tertentu untuk menghilangkan bau karet.

Mengikuti Kontur Vagina

Harga kondom perempuan jauh lebih mahal dibanding kondom lelaki. Walaupun demikian kondom ini tidak bisa menjamin aman digunakan dan anti robek 100%. Karena bisa saja sobek jika salah dalam penggunaan, kesalahan produksi pabrik, atau kadaluarsa.

Warnanya biasanya cerah seperti merah jambu atau bening. Ada beberapa jenis kondom wanita yang mengandung spermatisida, yaitu zat yang bisa membunuh sperma.

Kondom khusus wanita ini cukup elastis dan fleksibel, sehingga mudah mengikuti kontur vagina. Bentuknya silinder, dengan ujung terbukanya berbentuk cincin, dan ujung lainnya tertutup dan diberi spons untuk menyerap sperma.

Kondom akan menutupi dinding vagina dan mulut rahim, sehingga sperma atau penyakit dari pasangan tidak bisa tembus. Kondom juga hanya bisa dipakai satu kali pemakaian.

Semakin banyak pilihan maka semakin sulit pula untuk mengatakan tidak pada kondom. Kondom kini tidak hanya digunakan untuk pasangan pranikah saja, namun juga oleh pasangan yang resmi menikah untuk mencari alternatif dan sensasi yang berbeda.

Kondom ini bisa digunakan untuk berbagai situasi dan kondisi dalam berhubungan seks baik dalam keadaan menstruasi atau datang bulan dan menyusui atau baru melahirkan. Namun jangan sekali-kali digunakan pada wanita yang masih perawan atau gadis karena akan sangat menyakitkan karena akan merusak selaput dara kegadisan si wanita tersebut.

Jika disimpan dengan tepat kondom masih baik digunakan untuk lima tahun setelah tanggal produksi. Kondom-kondom yang dilumasi dengan spermatisida akan tetap baik hanya untuk dua tahun. Pengguna-pengguna kondom harus memastikan bahwa masa kadaluarsa kondom tidak terlewati atau tanggal produksi tidak menunjukkan kondom terlalu tua.

Menghindari Tertular Penyakit

Penggunaan kondom lateks dengan benar dan konsisten semasa hubungan seks akan mengurangi risiko seseorang tertular atau menularkan penyakit IMS, termasuk infeksi HIV, kencing nanah, Klamidia, trichomonas, human papilloma virus menular (HPV), hepatitis B dan dapat mencegah perubahan prekanker tertentu pada sel-sel leher rahim.

Melindungi diri terhadap IMS dan HIV merupakan hal yang penting karena kebanyakan penyakit ini memiliki penyulit yang serius. Penelitian laboratorium menunjukkan bahwa kondom lateks adalah penghalang efektif bagi HIV dan IMS lainnya.

Buktinya dapat sangat terlihat dari penelitian yang dilakukan pada pasangan-pasangan di mana salah seorang dari pasangan itu terinfeksi HIV dan yang lainnya tidak.

Kondom diklasifikasikan sebagai alat medis dan diatur penggunaannya. Setiap kondom yang diproduksi sebelum dipasarkan telah melalui pengujian. Selama proses produksi, kondom di-double dipped (dicelupkan ke dalam cairan untuk beberapa waktu) di dalam lateks dan diuji secara elektronis untuk kemungkinan terdapat lubang-lubang.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa angka kerusakan kondom kurang dari 2%. Kebanyakan kerusakan terjadi karena kesalahan penggunaan daripada kualitas kondom yang rendah. Penggunaan cairan-cairan yang berunsur minyak dapat memperlemah lateks, dan menyebabkan kondom hancur.

Kondom juga dapat diperlemah dengan sengatan sinar/panas, dengan umur atau mereka dapat robek oleh gigi dan kuku. Penelitian yang mengindikasikan bahwa kondom dapat terlepas dari penis sekitar 1-5% ketika terjadi hubungan seks vagina dan menjadi kendor (tetapi tidak lepas) sekitar 3-13 % sekali waktu.

Kondom-kondom lateks sangat efektif untuk pencegahan kehamilan, tetapi hanya jika mereka digunakan secara tepat.

30-60% pria yang mengaku menggunakan kondom untuk kontrasepsi untuk setiap tindakan seksual. Bahkan orang yang menggunakan kondom secara rutin mungkin saja tidak menggunakannya secara benar dari awal hingga akhir. Penggunaan yang tidak benar memberikan kontribusi kepada kemungkinan bocor atau rusaknya kondom. Kondom harus digunakan secara konsisten dan benar agar memberikan perlindungan maksimum.

Kondom Poliuretan untuk Wanita. Kondom wanita yang pas dengan vagina dan melindungi beberapa area di luar vagina. Kondom ini juga terbuat dari poliuretan. Ketika kondom pria tidak bisa digunakan, pasangan harus mempertimbangkan untuk menggunakan kondom wanita.

Tidak seperti kondom-kondom lateks, kondom-kondom sintetis seperti kondom poliuretan untuk pria dan wanita dapat digunakan bersama dengan pelicin berunsur cairan ataupun minyak. Meskipun tidak teruji secara menyeluruh seperti kondom lateks, kondom-kondom sintetis kurang lebih memiliki kualitas perlindungan yang sama.

Kemanjuran Kondom

Program pendidikan seks yang khusus menunjukkan bahwa pendidikan HIV dan pendidikan seks yang menyertakan informasi tentang kondom tidak mempunyai pengaruh terhadap munculnya keinginan untuk melakukan hubungan. Hal ini karena pendidikan seks/HIV tidak meningkatkan frekuensi hubungan seks, tetapi justru program yang menyertakan perkembangan kemampuan untuk menawarkan seks yang lebih aman justru menghasilkan penurunan jumlah anak muda yang ingin melakukan hubungan seks.

Sebenarnya program-program pendidikan seks tidak membuktikan bahwa pendidikan seks mengarah kepada kegiatan seksual yang lebih awal dan meningkat pada anak muda. Justru program-program seperti itu dapat mengarah kepada penundaan atau penurunan kegiatan seksual. Karena program pencegahan HIV yang membidik penggunaan kondom tidak meningkatkan kegiatan seksual atau jumlah pasangan seks.

Dibanding kondom untuk pria, kondom yang dipakai wanita memiliki banyak kelebihan. Dengan kondom ini, wanita dapat memegang kendali penuh atas keputusannya memakai alat kontrasepsi, dan merasa aman karena tidak tergantung pada pasangannya.

Keuntungan lainnya yaitu hubungan intim akan lebih nikmat dibandingkan bila menggunakan kondom pria.

Cara Pakai Kondom Wanita

1. Ujung yang tertutup di bentuk lonjong pipih atau bisa juga angka delapan dengan salah satu jari-jari tangan.

2. Tangan yang lain membuka bibir vagina dan yang memegang ujung kondom yang tertutup memasukkan ke dalam lubang kemaluan.

3. Setelah cincin masuk ke dalam vagina, tangan yang satu memasukkan jari ke dalam kondom untuk mendorong agar kondom bisa masuk seluruhnya. Usahakan cincin yang di dalam menghadap langsung ke arah mulut rahim.

4. Rapihkan cincin bagian luar yang terbuka di bibir vagina. Kondom siap dipakai untuk berhubungan badan suami istri. Selamat menikmati.

5. Untuk melepasnya tinggal dicabut pelan-pelan dan lapisan bagian cincin yang luar dipencet agar air mani tidak berantakan ke mana-mana. Atus

Ingat kondom, ingat pria. Sekarang ada kondom untuk wanita, lho. Diluncurkan Februari ini, kondom wanita ini katanya lebih ‘terasa’ dibanding kondom pria.

Sejatinya kondom wanita bukanlah alat kontrasepsi yang tergolong baru. Kondom khusus kaum hawa ini pertama kali dikenal di Amerika dan Eropa, sekitar 15 tahun lalu. Peningkatan jumlah penderita penyakit HIV-AIDS menjadi pencetus produksi kondom ini pada awalnya. Seks bebas yang banyak dilakukan masyarakat di AS dan Eropa menjadi ancaman nyata meledaknya kasus penyakit menular seksual dan HIV-AIDS.

Menurut Dokter Sugi Suhandi Iskandar, SpOG, dari Rumah Sakit Mitra Kemayoran, kondom pria yang selama ini dipakai untuk menghindari penularan penyakit HIV-AIDS masih kurang efektif karena berbagai kendala dan alasan. Ketidakpraktisan serta ketidaknikmatan menjadi alasan utama penolakan kaum Adam mengenakan kondom saat bercinta. “Mereka beranggapan, dengan memakai kondom, tidak ada gesekan langsung dengan vagina sehingga kurang terasa,” jelas pria kelahiran Jakarta ini.

Sebenarnya kondom wanita telah dipakai di Indonesia 4-5 tahun lalu. “Bahkan 3 tahun lalu, waktu ada seminar di Yogyakarta, ada seorang dokter wanita memaparkan hasil penelitiannya tentang penggunaan kondom wanita ini,” tegas ayah satu anak ini. Namun penggunaan kondom wanita baru dilakukan secara resmi awal Februari, di Surabaya.

LENTUR DAN FLEKSIBEL

Kondom wanita, lanjut Sugi, terbuat dari lateks, atau ada pula yang dari polyurthtane. Mempunyai panjang 17 cm, lebar 6-7 cm, dan mempunyai beberapa aroma tertentu untuk menghilangkan bau karet. Warnanya biasanya cerah seperti merah jambu atau bening. “Ada beberapa jenis kondom wanita yang mengandung spermatisida, yaitu zat yang bisa membunuh sperma,” jelas Sugi yang menambahkan bahwa kebanyakan kondom wanita yang masuk ke Indonesia berasal dari India.

Kondom khusus wanita ini cukup elastis dan fleksibel, sehingga mudah mengikuti kontur vagina. Bentuknya silinder, dengan ujung terbukanya berbentuk cincin, dan ujung lainnya tertutup dan diberi spons untuk menyerap sperma. “Sama sekali tidak sulit memasang kondom ini,” tandas Sugi. “Apalagi setiap kemasan kondom yang dijual disertai cara memakainya. “Prinsipnya, kondom itu akan menutupi dinding vagina dan mulut rahim, sehingga sperma atau penyakit dari pasangan tidak bisa tembus,” tegas Sugi yang menambahkan kalau kondom ini hanya sekali pakai, dan tidak bisa dipakai berkali-kali.

Dibanding kondom untuk pria, kondom yang dipakai wanita ini ternyata banyak kelebihannya. Yang utama, dengan kondom ini, pihak wanita memegang kendali penuh atas keputusannya memakai alat kontrasepsi, dan merasa aman karena tidak tergantung pada pria pasangannya. “Dulu posisi wanita lemah. Kalau pasangannya tidak mau memakai kondom, si wanita tidak bisa memaksanya. Dengan kondom wanita ini, si wanita bisa melindungi dirinya sendiri dari penyakit menular seksual atau dari risiko kehamilan,” jelas Sugi.

Keuntungan lain, hubungan intim lebih nikmat dibandingkan bila menggunakan kondom pria. “Pendapat ini terlihat dari beberapa komentar pria yang pasangannya menggunakan kondom wanita. Rata-rata mereka merasa jadi lebih bisa menikmati aktivitas seksnya. Katanya, hampir tidak terasa kalau memakai kondom,” ujar dokter lulus Universitas Sam Ratulangi ini. Selain itu, bahan yang dipakai untuk kondom ini lebih tahan robek dibandingkan dengan kondom pria. Bahkan, lanjutnya, ada produsen yang menjamin produknya 100% anti-robek.

BUTUH KETERAMPILAN
Kondom ini juga bisa dipakai kapan saja, termasuk waktu datang bulan. Menurut Sugi, kalau wanita sudah mau habis masa menstruasi, tapi belum “bersih”, kondom ini bisa menjadi pilihan. Seminggu atau dua minggu sebelum waktu nifas habis, alat kontrasepsi ini juga bisa dipakai. “Apalagi kalau seorang wanita melahirkan lewat Caesar, mereka bisa menggunakan kondom ini untuk menghindari darah nifas,” jelas Sugi.

Di balik segala kelebihannya, tentu saja ada kekurangan kondom wanita ini. Paling tidak, harganya lebih mahal dibandingkan kondom pria. Selain itu, kondom wanita memerlukan teknik dan keterampilan khusus untuk memakainya. “Karena cara pemakaiannya harus dengan cara dimasukkan ke dalam vagina,” ujar dokter yang mempunyai hobi mendengarkan musik ini.

Sugi juga mengatakan, dari beberapa pasangan yang memakai alat ini, mereka mengaku sedikit terganggu dengan suara berisik yang muncul ketika melakukan hubungan intim. “Katanya, suara yang muncul kresek-kresek,” ujar Sugi sembari tersenyum. Pemasangan kondom juga tidak memungkinkan pasangan untuk menerapkan banyak posisi berhubungan intim. “Jika memakai kondom ini saya sarankan posisi wanita di bawah.”

ALAT KB YANG EFEKTIF
Drs. Djafar, MM, Kasubdit Pencegahan Penyakit Menular Seksual dan HIV-AIDS, Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKB) menyambut baik dengan hadirnya kondom wanita ini. Menurutnya, kondom ini termasuk dual proteksi, yaitu selain bisa mencegah kehamilan, juga bisa menghindari penularan penyakit menular termasuk HIV-AIDS. “Namun secara resmi kami memang belum memogramnya, masih menunggu hasil survei dan penelitian lebih lanjutnya,” jelas Djafar.

Menurut sebuah survei mengenai penggunaan kondom wanita ini di Jakarta, Papua, Jawa Barat, dan Jawa Timur, menurut Djafar, banyak pekerja seks komersial yang merasa terbantu, karena bisa memproteksi diri dari penyakit menular seksual dari pasangannya. “Karena sebagian besar pria hidung belang enggan memakai kondom, bukan?” Itu sebabnya, Djafar sangat mengharap, nantinya kondom wanita bisa dimanfaatkan sebagai alat kontrasepsi yang baik oleh masyarakat Indonesia.

Berdasarkan data BKKBN, pemakaian kontrasepsi kondom (pria) relatif kecil dibandingkan alat kontrasepsi lain, yaitu 0,9%. Bandingkan saja dengan kontrasepsi suntik (27,8%), pil (13%), IUD (6%) dan susuk KB (4%). “Padahal, kalau kondom pria itu dilakukan secara benar dan konsisten, tingkat keberhasilannya 96%,” jelas Djafar.

TERSEDIA AWAL MARET

Sikap optimis keberhasilan kondom ini juga diungkapkan Pierre Frederick, Brand Manager DKT Indonesia, distributor kondom wanita. Menurutnya, keberadaan kondom ini bisa meningkatkan kemandirian wanita dalam hal terhindar dari penyakit menular atau dalam rangka ber-KB. “Wanita mempunyai pilihan dan tidak tergantung pada pria lagi,” tandas Pierre.

Menurutnya, kondom mulai bisa dibeli bulan Maret ini, dan untuk sementara baru kota-kota besar di Indonesia. “Salah satu kelebihannya, kondom ini bisa dipakai beberapa jam sebelum digunakan. Maksimal 5 jam berada di dalam vagina,” jelas penggemar jalan-jalan ini. Kondom yang ia pasarkan, lanjutnya, terbuat dari lateks, dan hanya mempunyai satu ukuran dan satu aroma yaitu vanila. Berniat mencoba?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: