Pelayanan Mutu di Rumah Sakit

Quality Assurance di Rumah Sakit

Kegiatan Quality Assurance/QA (Jaminan Mutu) di rumah sakit atau jasa pelayanan kesehatan bertujuan menyediakan perawatan dan pelayanan terbaik bagi seluruh pasien.

Untuk mereka yang memiliki kontak langsung kepada pasien, memberikan perawatan dan pelayanan yang terbaik merupakan konsep nyata tentang QA. Sementara bagi mereka yang tidak memiliki kontak langsung dengan pasien, memberikan mutu pekerjaan yang baik sehingga memberikan kontribusi kepada penciptaan mutu pelayanan dan perawatan yang baik untuk para pasien menjadi konsep mereka mengenai QA.

Quality Assurance juga menyusun mekanisme untuk menjamin bahwa tujuan penerapannya tercapai. QA akan berhasil bila dalam pelaksanaannya QA menjadi aktivitas karyawan yang dilakukan rutin setiap hari. Dan penerapannya akan lebih efektif lagi bila tujuan dari QA menjadi tujuan pribadi dari setiap karyawan.

Agar dapat mentransformasikan tujuan QA menjadi tujuan pribadi maka setiap karyawan perlu memahami secara menyeluruh mengenai konsep dasar dari Quality Assurance. Konsep QA sendiri biasanya mudah diterima dan dimengerti. Namun tidak jarang juga karyawan atau management rumah sakit salah kaprah dalam pelaksanaan QA. Hal ini dikarenakan tinjauan mengenai QA seringkali overlap dengan tinjauan aktivitas lain, diantaranya dengan Riset, Risk Management, Performance Appraisal .

Berikut kami jelaskan sedikit mengenai perbedaan QA dengan Riset, Risk Management dan Performance Appraisal:

QA dan Riset

Riset bertujuan untuk menemukan pengetahuan baru, mencari bukti yang menyakinkan tentang hubungan antara satu faktor dengan faktor lain. Kesimpulan dari hasil riset tersebut berlaku pada berbagai kondisi yang sama atau sejenis, meskipun bukan merupakan kegiatan atau kondisi yang diteliti. Riset menyaratkan penggunaan teknik statistik yang tepat dan akurat.

QA mencari informasi untuk mengidentifikasi masalah dan tindakan dalam merawat dan melayani pasien pada kondisi khusus. Hasil QA tidak menyamaratakan temuan di luar kondisi yang ditinjau. Data yang digunakan harus valid, dapat dipercaya dan batas waktunya diketahui. Teknik statistik yang akurat tidak menjadi keharusan.

QA dan Risk Management

Risk Management adalah sebuah proses mengidentifikasi resiko yang mungkin diterima pasien untuk kemudian mengurangi atau menghilangkannya. Perhatian Risk Management lebih pada perawatan yang dapat diterima pasien dibanding perawatan yang optimal yang mana merupakan tujuan dari QA. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah perbedaan antara QA dengan Risk Management :

  1. Motivasi dan fokus dari masing-masing tinjauan aktivitas.
  2. Perhatian Risk Management adalah pada batas penerimaan si pasien terhadap perawatan yang diberikan, sementara QA adalah pada pemberian perawatan pada level yang optimal.
  3. Risk Management ditujukan pada semua orang, kejadian, lingkungan, sementara QA khususnya ditujukan pada perawatan pasien
  4. Risk Management memiliki spesialisasi dalam hal jaminan secara legal dan kegiatan pencegahan kerugian lainnya.
  5. QA memfasilitasi kegiatan perbaikan dari mutu perawatan melalui berbagai aktivitas yang terkordinir, sementara Risk Management lebih fokus terhadap kegiatan pencegahan kerugian.

Karena banyaknya bentuk pengawasan proses untuk kegiatan Risk Management dan QA yang sama, kedua fungsi tadi sering dianggap sama. Namun perlu diingat bahwa motivasi dan fokus dari keduanya berbeda.

QA dan Performance Appraisal

Tinjauan mengenai Performance Appraisal terfokus pada apa yang dilakukan karyawan. Tinjauan tentang aktivitas ini biasanya menitikberatkan pada :

  1. Seberapa baik karyawan dapat memenuhi persyaratan pekerjaannya di perusahaan
  2. Seberapa profesional karyawan melaksanakan tugas sesuai dengan jabatannya dalam perusahaan.

Sementara QA lebih terfokus kepada seberapa bagus mutu perawatan dan pelayanan yang yang dihasilkan karyawan (staf medis atau non medis) dan diterima pasien. Contoh nyata yang bisa diambil misalnya : jumlah pelayanan yang telah diberikan seorang pekerja perhari bukan merupakan objek dari tinjauan QA, namun catatan mengenai keterlambatan dalam memberikan pelayanan dan alasan keterlambatannya merupakan tinjauan dari QA.

Demikian penjelasan secara singkat mengenai perbedaan Quality Assurance dengan tinjauan aktivitas lain seperti Riset, Risk Management dan Performance Appraisal. Semoga dapat memberikan pemahaman kepada anda bahwa dalam menerapkan QA, pemahaman yang menyeluruh dan tepat mengenai QA adalah langkah awal yang sangat penting dan harus dimiliki seluruh karyawan. Langkah awal ini akan membuat penerapan menjadi lebih efektif dan mudah bagi seluruh karyawan dan manajemen. (IS)

About these ads

Komentar ditutup.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: